Rabu, 07 April 2010

Aroma Senja


Saya tidak ingin beranjak, walaupun tidak ingin terlihat berharap.
Saya hanya merasa dan melihat begitu nyaman senja saat itu.


Saya memperhatikan geriknya kala itu, memaknai senyum sang senja.
Saya selalu hirup perlahan aroma senja yang berlalu setiap kali saya duduk terpaku.







Saya akan selalu sebut ia senja karena sangat meneduhkan hati yang haru juga pilu.

2 komentar:

  1. Penikmat yang akan menjadi aktif..senja sepertinya kau sudah sadar. :)

    BalasHapus
  2. Hmmm sadar dr apa nih?hahaha
    Penikmat yag aktif tp secara gerilya cha :)

    BalasHapus