Sabtu, 17 April 2010

kesendirian (baca:keautisan) yang masih disyukuri



menyenangkan sekali ternyata memikirkan sedikit kebahagiaan diri sendiri ketimbang memikirkan orang lain *agak egosi* hahaha
oke hari ini saya memutuskan untuk tidak share hal apapun pada orang lain.
saya berdiam diri, sendiri.
bahkan saya tidak juga nonton band kesukaan saya thesigit perform malam ini *agak ajaib, biasanya getol*
tidak pula saya tlp kawan hari ini untuk sesi curhat.

menyenangkan rasanya membiarkan saya terlarut dalam kesenangan akan kesendirian saya.
tidak peduli apa yang terjadi di luar sana.
tidak ada beban rasanya.

terlihat seperti autis memang, bakan seakan saya tidak punya teman untuk berbagi.
poinnya bukan begitu sebetulnya. banyak sekali teman baik dalam hidup saya. bahkan terlampau baik teman-teman saya itu.

tapi memang ada 1 sisi di mana saa ingin sendiri memahami apa yang mesti saya resapi.

saya bersyukur untuk ketegaran yang masih diberi kepada saya hari ini, bersyukur atas matahari cerah hari ini ;)
semua rizki yang saya nikmati hari ini.
saya resapi apa yang saya miliki, ternyata hamba Tuhan yang belum spenuhnya taat ini masih diberi kebahagiaan dari-Nya.
masih diberi rasa syukur memiliki-Nya

hmm saya rasa ke-auitisan saya ini muncul karena saya pernah suatu ketika dulu,saat hati dan pikiran saya terpuruk. saya mati-matian menghilangkan sedih hati itu, saya lebih memilih Tuhan ketimbang teman-teman saya untuk berbagi keluh.
saat itu saya berpikir, tidak semua orang punya waktu mendengarkan curhatan saya, tidak semua orang mengerti masalah saya dan bisa memberi solusi.
tapi saya tau Tuhan pasti punya, paling tidak solusi ketenangan hati, pikir saya saat itu.

dan sejak itu, saya tidak takut dengan sebuah kesendirian (baca: keautisan) hahaha
saya rasa menjadi sendiri bisa menjadi mandiri.
saya dulu sangat tergantung pada orang lain soal mendatangkan kebahagiaan dalam hidup.
tapi setelah semua yang saya jalani, saya tau, Tuhan beri saya kekuatan..
sendiri pun saya bahagia..

alhamdulillah..

tapi memang tak bisa dipungkiri kehadiran kawan-kawan berarti juga.
karena itu saya pun tetap bersyukur, terimakasih tuhan untuk teman-teman yang baik dan peduli :)
beri mereka balasan atas kebaikan mereka :D

dan tentunya terimakasih Tuhan atas waktumu menemani kesendirianku(baca:keautisanku)
dan membuatku lebih memahami diriku dan hidupku.

terimakasih untuk yang macam apapun yang Kau beri.
saya masih berani menjalani-Nya. yakin!!
sendiri atau pun dengan orang-orang sekitar saya ;)

4 komentar:

  1. ke egoisan santi masih bergejolak , namun itu pilihan ternyata. Dan nikmati saja selama engkau nyaman.

    BalasHapus
  2. pada kenyataannya memang memikirkan kebahagiaan sndri itu penting. pd saat yg tepat tentunya ucha.

    BalasHapus