Kamis, 29 April 2010

Saya pun beranjak wahai senja


Sudah cukup saya memandangi gelak tawa dan senyuman senja.Tak terkira memang aura baik yang ditimbulkan dari keceriaanya.
Sudah cukup saya menghirup semua aroma senja.Tak terbendung wanginya yang semerbak dan menenangkan jiwa.
Saya memang tak lama menunggu, dan tak lama berkata-kata soal senja.Tapi saya tidak ingin bermain lebih lama.

Saya tau ada kepentingan di dalam sana, begitu pun ada kepentingan di dalam sini.Jadi saya beri ruang dan pengertian untuk kepentingan masing-masing.

Saya masih berbagi apapun itu bersama senja tapi mungkin ada suatu hal yang akhirnya tidak ingin saya teruskan.Ada hal yang akhirnya tidak ingin saya pikirkan lebih lama.
Saya pun beranjak wahai senja!Karena saya pernah berkata #senja adalah hal yang entah akan menjadi apa esok nanti.Mungkin saya yang membuat jawabannya sendiri..Karena entah sampai kapan akan terjawab pernyataan saya itu, jadi mari melanjutkan hidup ;)

Senin, 26 April 2010

26 April pengulangan hari dan bulan, berkuranglah umur saya



hari ini dimulai dengan sebuah do'a. do'a yang teramat sangat saya panjatkan selama sekian menit. do'a untuk sebuah perubahan baik hati,pikiran maupun jiwa.

tidak begitu spesial hari ini, tanpa perayaan.
tapi cukup dengan do'a mamah saya, cukup membahagiakan.

dan banyak do'a do'a dari kawan kawan.alhamdulillah terimakasih :)

ada 1 orang yang saya ingat hari ini, yang sudah selama 11 tahun setiap tanggal 26 April dia absen dari ulangtahun saya.

almarhum ayah saya. tanpa dia saya tidak akan hadir di dunia.
pagi tadi pun saya titip salam untuknya di surga melalui do'a saya pada Tuhan.

saya berharap ada yang cerah di depan mata saya setelah hari ini.
hanya harap dan rasa syukur yang akhirnya bisa saya panjatkan.

terimakasih Tuhan saya masih bisa mengulang hari dan bulan ini dengan sehat dan bahagia.
terimakasih untuk semua ya Allah :)


Sabtu, 17 April 2010

kesendirian (baca:keautisan) yang masih disyukuri



menyenangkan sekali ternyata memikirkan sedikit kebahagiaan diri sendiri ketimbang memikirkan orang lain *agak egosi* hahaha
oke hari ini saya memutuskan untuk tidak share hal apapun pada orang lain.
saya berdiam diri, sendiri.
bahkan saya tidak juga nonton band kesukaan saya thesigit perform malam ini *agak ajaib, biasanya getol*
tidak pula saya tlp kawan hari ini untuk sesi curhat.

menyenangkan rasanya membiarkan saya terlarut dalam kesenangan akan kesendirian saya.
tidak peduli apa yang terjadi di luar sana.
tidak ada beban rasanya.

terlihat seperti autis memang, bakan seakan saya tidak punya teman untuk berbagi.
poinnya bukan begitu sebetulnya. banyak sekali teman baik dalam hidup saya. bahkan terlampau baik teman-teman saya itu.

tapi memang ada 1 sisi di mana saa ingin sendiri memahami apa yang mesti saya resapi.

saya bersyukur untuk ketegaran yang masih diberi kepada saya hari ini, bersyukur atas matahari cerah hari ini ;)
semua rizki yang saya nikmati hari ini.
saya resapi apa yang saya miliki, ternyata hamba Tuhan yang belum spenuhnya taat ini masih diberi kebahagiaan dari-Nya.
masih diberi rasa syukur memiliki-Nya

hmm saya rasa ke-auitisan saya ini muncul karena saya pernah suatu ketika dulu,saat hati dan pikiran saya terpuruk. saya mati-matian menghilangkan sedih hati itu, saya lebih memilih Tuhan ketimbang teman-teman saya untuk berbagi keluh.
saat itu saya berpikir, tidak semua orang punya waktu mendengarkan curhatan saya, tidak semua orang mengerti masalah saya dan bisa memberi solusi.
tapi saya tau Tuhan pasti punya, paling tidak solusi ketenangan hati, pikir saya saat itu.

dan sejak itu, saya tidak takut dengan sebuah kesendirian (baca: keautisan) hahaha
saya rasa menjadi sendiri bisa menjadi mandiri.
saya dulu sangat tergantung pada orang lain soal mendatangkan kebahagiaan dalam hidup.
tapi setelah semua yang saya jalani, saya tau, Tuhan beri saya kekuatan..
sendiri pun saya bahagia..

alhamdulillah..

tapi memang tak bisa dipungkiri kehadiran kawan-kawan berarti juga.
karena itu saya pun tetap bersyukur, terimakasih tuhan untuk teman-teman yang baik dan peduli :)
beri mereka balasan atas kebaikan mereka :D

dan tentunya terimakasih Tuhan atas waktumu menemani kesendirianku(baca:keautisanku)
dan membuatku lebih memahami diriku dan hidupku.

terimakasih untuk yang macam apapun yang Kau beri.
saya masih berani menjalani-Nya. yakin!!
sendiri atau pun dengan orang-orang sekitar saya ;)

Kamis, 15 April 2010

Pelangi Sore Tadi


Tadi siang tiba tiba datang hujan badai, saya pikir akan menjadi hari yang mengenaskan alias ga bisa pulang dari kantor.

Taunya hujan beberapa jam itu terhenti sekitar pukul 5 sore.

Dan saya lihat di status twitter seorang kawan berkata "ada pelangi di langit"
Wah saya pengen liat, tapi di kantor, apakah saya bs melihatnya.

Dan saat saya menginjak halaman kantor.

Wow! Subhanallah. Pelanginya Indah sekali.
Ada 2 lagi,meskipun yang satu agak samar samar yang satu jelas banget banget.
Tapi sayang tidak bisa saya abadikan.

Oke saya tarik spekulasi saya tentang hari ini, hari ini sudah menjadi indah karena pelangi tersebut :)

Saya jadi inget kejadian sama waktu saya makan di kancil UI depok bareng kawan saya Ikko, ada 2 pelangi di langit.






Memang pelangi itu membawa sedikit aura berbeda terhadap suasana hati.
Menyenangkan ;)

Rabu, 14 April 2010

Penjahat Ibu Kota Tak Pernah Menyerah



Hari tadi, seperti biasa saya berangkat ke kantor yang jaraknya cukup jauh.
Rawamangun - Cipete, Jakarta Timur ke Selatan, kalo kata orang-orang jauh banget. Tapi saya sudah terbiasa dengan daerah selatan (dulu saya tinggal di selatan), jadi saya rela-rela saja menjelajahi kembali daerah yang saya kenal dari dulu.

Oke dan tentunya saya juga mengenal karakteristik orang-orangnya. Singkat cerita, seperti biasa dari rumah saya naik busway menuju Blok M, dari blok M ke kantor saya selalu naik metro mini.

Di metro mini yang selalu saya naiki selama 2 bulan saya bekerja ini saya merasa agak curiga dengan orang-orang di dalamnya, tidak seperti orang biasanya. Insting penciuman saya terhadap penjahat kelas kakap mulai mendeteksi bau bau kejanggalan. Baru masuk udah mepet-mepet berdiri rame-rame di depan.

Wah saya teringat kejadian 3 tahun lalu di metro mini (deborah) jurusan Depok - Lebak Bulus. Saya waktu itu mau berangkat ke kampus saya di UI depok bersama kawan saya Widhy. Waktu itu rumah saya masih di Pamulang *tetep jaraknya jauh yah, ga kampus ga kerja yang jauh-jauh*. Ada 5 orang berdiri di belakang sambil dorong-dorong kita berdua, curiga saya saat itu. Sepersekian detik saya ingat HP saya ada di kantong celana sebelah kanan depan yang belum saya masukan ke tas. Langsung saya rogoh, wah lenyap! Bahaya! Sudah pasti 5 orang ini sudah beraksi ambil HP saya. Untung nalar ga lama-lama amat. Langsung saya todong pria di belakang saya, salah satu komplotan 5 orang itu! "Mas ambil HP saya ya?!"
*masang tampag serem, gaya udah preman banget, berharap dia takut*

Dan nyatanya dia emang takut *masih amatir nih* "Mba tadi HPnya jatoh!"
Hahaha jago yah jatoh trus ditangkap secepat kilat sama mas-mas kurang ajar itu.
HAH ALASAN!
langsung aja saya blg "Yaelah mas bilang aja lo copet!" abis diomongin kaya gitu langsung turun mereka berlima.

Oke dari pengalaman flashback tadi, kejadian hari ini modusnya sama nih.
gw malah nantangin, berdiri di tengah2 orang2 mencurigakan itu. Tapi HP saya pegang erat, ada yg mulai ngerogoh kantong.

Weits!
Gw tanya deh tu mas-mas "Niat mau nyopet mas, triknya basi mas! udah pernah yg lain g ada?" hahahah digituin langsung pada turun mereka.

Benar benar copet metro mini tak ada kata menyerah, sayangnya kurang kreatif triknya.


Lagi lagi saya selamat, masih berani sama penjahat.
Sudah ke 5 kali nih saya berhadapan dengan copet dengan korban baru 1 HP saya, 4 kali selamat.
Jahatnya ibu kota, dan saya harus pantang menyerah menghadapinya!
*mengepalkan tangan ke atas*

Sabtu, 10 April 2010

Tak Akan Kembali, Senja




Saya mungkin diam, tapi tak berarti saya tidak merasakan.
Sebuah kehadiran yang menimbulkan senyuman.

Sebuah sapaan yang menghadirkan kebahagiaan.
Semua rasa yang akhirnya tidak terelakkan.

Saya memberinya sepenuh hati saya.
Saya rasa kamu pun merasakannya.

Tidak akan saya ambil kembali senja.
Saya akan beri padamu senja.

Karena saya beri sepenuh hati saya




Kamis, 08 April 2010

Menghilang




Biarkan semua hampa dan berlalu..
Lalu cari sebuah jalan baru..

Tinggalkan yang mungkin hanya membuat jemu..
Saya mungkin lari terburu-buru..

Tapi memang hati sudah cukup membiru..
Sudah cukup usang dan berdebu..

Baiknya saya putuskan untuk menghilang..



Rabu, 07 April 2010

Menunggu Senja


Senja katakan pada saya apa yang tidak terkatakan.
Katakan saja kenyataan yang mungkin menyakitkan
atau bisa jadi menyenangkan.

Senja, ini hidup.. Apapun yang terjadi memang harus dijamahi dengan hati.
Apapun itu..Ini hidup, saya terima nyatanya hidup dengan tangan terbuka ini.

Saya menanti..Tapi tidak berharap kali ini..
Saya sadar diri..Karena saya sudah pernah menjalani..

Saya hanya menunggu wahai senja...

Aroma Senja


Saya tidak ingin beranjak, walaupun tidak ingin terlihat berharap.
Saya hanya merasa dan melihat begitu nyaman senja saat itu.


Saya memperhatikan geriknya kala itu, memaknai senyum sang senja.
Saya selalu hirup perlahan aroma senja yang berlalu setiap kali saya duduk terpaku.







Saya akan selalu sebut ia senja karena sangat meneduhkan hati yang haru juga pilu.