Rabu, 22 April 2015

Menyaksikan Kehilangan

Di sebuah ruang dengan segala barang yang berserakan, kamu bersimpuh.
Menatap jauh keluar jendela, sambil terus berbisik, “Kenapa begini?”

Aku berdiri tepat di depan pintu, hanya bisa memandangi kesemrawutan ini.
Kesemrawutan ruang di hatimu mau pun ruang ini.

Kamu menangis tiba-tiba, sejadi-jadinya sampai air mata membanjiri lantai kusam.
Melempar semua keluhmu melalui barang yang kamu lemparkan ke arah jendela.

Kamu pun berteriak “Aku tak punya apa-apa lagi, bawa aku pergi!”
Kamu meratapi kepergiannya, sudah 3 hari, sudah seperti orang yang putus asa tak ingin hidup lagi.

Aku menghampiri dan memelukmu, memberi kehangatan dan berkata “Kamu akan jumpa dia dalam wujud yang berbeda di dunia yang jauh di sana”