Selasa, 13 Agustus 2013

Memori Masa Kecil Tentang Metallica


Saya mungkin bukanlah metalhead sejati, tidak mendalami aliran metal secara mendalam. Tapi Metallica betul-betul membekas di hati saya.

Yah bagaimana tidak, sedari umur 4 tahun kuping saya sudah dibiasakan mendengar lagu-lagu dari Metallica saat Ayah saya mengantarkan saya ke sekolah. Ayah saya lah yang mencekoki kuping saya dengan aliran penuh hingar bingar music penuh amarah dan semangat pemberontakan ini.

Saya ingat pertama kali lagu yang selalu Ayah saya nyanyikan di dalam mobil adalah Enter The Sandman. Beberapa lagu yang saya ingat betul sering diperdengarkan oleh beliau di dalam mobil adalah The Unforgiven, Hit The Lights dan Master of Puppets. Setelah Ayah saya tiada di tahun 1998, Ibu saya bercerita banyak tentang beliau. Cerita yang mebanggakan hati saya.

Kalau saya ditanya apa gig/konser pertama yang saya hadiri? Saya akan lantang menjawab KONSER METALLICA APRIL 1993

Dokumentasi: Hai

















Di tahun 1993, saya baru menginjak umur 6 tahun. Bersama 2 orang paman saya, Ayah saya dengan santai menggendong saya ke konser metal yang paling berbahaya saat itu. Konser yang berujung rusuh di sekitaran Lebak Bulus.

Saya ingat saat itu di dalam Stadion Lebak Bulus terlihat panggung megah dengan lighting sangat bagus. Saya berada di area tribune atas bersama Ayah dan kedua paman saya.
Saya juga sempat bertanya pada Ayah saya seperti ini:
Saya: “Pah kita nonton apa sih? Kok itu rambutnya serem-serem banget?”
Ayah: “Band keren nih, Mba! Band kesukaan Papah.”
Saya: “Tapi serem”
Ayah: “Iya tapi Mba pasti suka kok.”

Ketika konser selesai kami berlari terburu-buru dikarenakan rusuh yang terjadi di luar Stadion Lebak Bulus. Untungnya Ayah saya memarkirkan mobilnya agak jauh dari Stadion. Tidak banyak yang saya ingat selain hal tersebut dikarenakan memori masa kecil yang terbatas untuk diingat lagi.

Saya sempat membongkar barang peninggalan almarhum Ayah saya tak lama setelah beliau wafat. Dan betapa bangga sekaligus merinding saat saya menemukan tiket Metallica tahun 1993 itu tersimpan rapi di album foto miliknya. Beliau begitu bangga bisa menyaksikan langsung band kesukaannya itu, sambil membawa anak ceweknya yang berumur 6 tahun. Meskipun sampai rumah Ibu saya memarahi beliau, beliau hanya tertawa dan bilang, “Gak apa-apa Mah biar anak kita tau band keren kaya Metallica.” Semanjak dengar cerita Ibu saya itu, saya coba dengarkan lagi lagu-lagu Metallica, aya bongkar lagi koleksi kaset Metallica yang diwariskan Ayah saya.

Dokumentasi: Kaskus

























Ketika saya mendengar kabar bahwa Metallica akan hadir lagi di Jakarta, saya gemetaran. Kepala ini mengulang memori masa kecil saya tentang Metallica. Mengingat betapa Metallica menjadi band paling disukai almarhum Ayah saya. Saya bertekad untuk bisa menyaksikan secara langsung konser Metallica ini, melihat seperti apa live dari band kesayangan ayah saya ini. Saya niatkan untuk mengulang memori tahun 1993 itu, meskipun tanpa Ayah saya di samping saya kini. Saya ingin mewakili beliau di konser Metallica 25 Agustus 2013 nanti, saya yakin beliau akan senang jika saya bisa menyaksikan lagi band kesayangan beliau.


20 tahun lalu kita berjumpa, Semoga tahun ini kita bertemu lagi Om James Hetfield, Om Lars Ulrich & Om Kirk Hammet!