Senin, 28 Maret 2011

harap dan mimpiku untuk nanti

dahulu, beribu hela nafas yang terengah menatap satu ruang kosong yang tak juga bisa kau hapus.
membuat aku kehilangan berjuta detik harap yang bisa kumanfaatkan lebih dari sekedar menatap ke belakang pundakmu.

aku terengah, tapi masih kuat berlari, mengejar seseorang yang mungkin bisa membuatku berhenti berlari.
paling tidak mampu membuatku berjalan cepat bersama dan mulai bermimpi.

hal yang tak patut kusesali saat aku hanya bisa meratapi ruang kosong itu tanpa aku tau kapan akan terisi dan semua penantian berakhir.

aku hanya jalani, mungkin Tuhan memilihkan aku jalan yang jauh lebih baik daripada bersamamu

semoga yang ada di sampingku saat ini, adalah ia yang pantas kutitipkan harap dan mimpiku untuk nanti.

1 komentar: