Rabu, 07 April 2010

Menunggu Senja


Senja katakan pada saya apa yang tidak terkatakan.
Katakan saja kenyataan yang mungkin menyakitkan
atau bisa jadi menyenangkan.

Senja, ini hidup.. Apapun yang terjadi memang harus dijamahi dengan hati.
Apapun itu..Ini hidup, saya terima nyatanya hidup dengan tangan terbuka ini.

Saya menanti..Tapi tidak berharap kali ini..
Saya sadar diri..Karena saya sudah pernah menjalani..

Saya hanya menunggu wahai senja...

4 komentar:

  1. kita lihat siapa yang menjadi kebenaran?
    LOGIKA ATAU PERASAAN?
    hehehe

    BalasHapus
  2. boleh saya berdiri diantara keduanya? alias bimbang! hahaha

    BalasHapus
  3. kebimbangan mu akan membawa dirimu kepada keikhlasan..

    BalasHapus
  4. aih jd saya mesti ikhlas, memang saya ikhlas bung ucha menjalaninya :)

    BalasHapus