Jumat, 13 Agustus 2010

Menggenapi 12 Tahun Kepergiannya

 
sungguh ia melekat lengket di hati ini, saya ingat betul candaan ia setiap pagi.
ketelatenannya mengurusi kami setiap akan berangkat sekolah sebelum ia pergi ke kantor.

sungguh ada banyak hal yang membuat saya merasa kehilangan ia.
ia begitu sempurna dimata saya, seorang ayah yang tanpa henti membuat kami mengerti soal hidup.

beberapa hari lalu saya mendengar kabar atas berpulangnya ayahanda kawan saya, saya langsung ingat ketika saya dahulu harus melepas kepergian ayahhanda saya.
tak kuat saya mendengar teman saya menangis di line telepon saat saya mengucapkan bela sungkawa.

ahh saya tau rasanya kawan, dulu saya alami hal yang sama saat saya masih berusia 10 tahun.
memandangi wajahnya yang hanya tersenyum dibalut kain putih dan berada dikeranda jenazah.
saya ikut menangis diakhir pembicaraan kami itu di telepon.


saya mungkin dulu masih terlalu kecil untuk menyikapi sebuah kehilangan, yang saya tahu saya memang kehilangan ayah saya selamanya.
tapi saya masih berpikir bahwa ia masih akan ada saat kami butuh.

4 hari lagi pada tanggal 17 agustus 2010 ini genap sudah 12 tahun kepergian ayahanda saya tercinta.
ia yang tak akan pernah pergi dari hati kami, dan memang selalu hadir dalam mimpi kami saat kami sedang gundah.

4 hari lagi, saat semua orang merayakan kemerdekaan Indonesia dan saat semua orang sedang berbuka puasa. saat itu mungkin saya akan mengingat wajahmu 12 tahun lalu yang tersenyum untuk terakhir kalinya.

saya akan bersyukur, atas kepergianmu saya masih bisa belajar untuk menerima hidup. dengan tidak adanya kamu saya tahu Tuhan memberi kami banyak pelajaran hidup.

semoga kita berjumpa lagi ya pah :')
dan saya tetap akan selalu berdoa untukmu di sana :)



2 komentar:

  1. hmmm...12 tahun yah? sy juga jd inget bapa sy :)

    BalasHapus
  2. iya 12 tahun, wktu yg cukup lama :)
    inget aja g dosa kok.

    BalasHapus