Senin, 30 Agustus 2010

teman adalah pembawa kebahagiaan

sudah beberapa tahun belakangan ini, ditengah kesendirian saya atas hidup.
berjuang untuk bertahan atas apa yang terjadi dalam hidup.

mereka hadir, tanpa pamrih memberi banyak hal berharga.
lelucon untuk menghibur hati yang lara, nasihat untuk hati yang gamang.
pelukan untuk tubuh yang goyah dan genggaman tangan untuk jiwa yang tersesat.

Tuhan tidak beri saya harta untuk merasa bahagia, tapi Tuhan  beri saya mereka.
mereka yang selalu ada untuk saya, seburuk dan sehina apapun saya.

sampai hari ini saya merasakan betul kehadiran mereka yang sungguh tak pernah lekang oleh waktu.
banyak teman-teman lama atau pun baru yang hadir di tengah kerisauan hati.
dari mereka saya mendapat bahagia, dari mereka saya belajar bahagia.

dan untuk semua yang hadir saya bersyukur pada Tuhan.
saya harap Tuhan membalas semua kebaikan kalian.



*saya dedikasi tulisan ini untuk:
(Widhy, Rara, Iqbal, Mba As, Eja, Astra, Tammy dan teman teman di ADV UI 06)
yang sangat memberi banyak arti kebersamaan
(Ikko, Nina, Dina)
3 wanita perkasa yang memberi saya spirit untuk berjuang sebagai wanita
(Husnul, Adil, Khrisya, Ageng dan semua teman masa kecil)
yang sudah menjadi keluarga tempat saya berbagi
(Agil, Kempot, Mas Angga dan anak2 THE V.I.A.G.R.A)
yang hadir sebagai keluarga baru saya
(Breat, Ucha, Lambeng)
kawan dari Jogja yang seperti selalu hadir di sini
(Nowel, Masbay)
2 kawan baru yang juga menghibur dengan leluconnya
(Dita, Agung anak2 IA lainnya)
yang meluangkan wkatu mendengar semua cerita
dan semua teman teman saya yang tak tersebut namanya.
kalian yang terbaik dari Tuhan untuk saya terimakasih banyak untuk semuanya :)

4 komentar:

  1. terimakasih atas penghargaannya kpd sy :)

    pertemanan itu adalah siklus, pertemanan itu datang dan pergi.. 1 teman itu kurang, 1 musuh itu banyak.. teruslah berbagi dengan teman :)

    BalasHapus
  2. iya sama sama masbay :)
    mari mencari teman yang banyak dan berteman baik :)

    BalasHapus
  3. pertemanan terkadang silih berganti,namun kenangan terpatri di hati.
    ngomong apa sih gw.

    BalasHapus